Canangkan Transformasi Organisasi, Ketua STI Jawa Timur Targetkan Kepengurusan di 666 Kecamatan pada 2027
MALANG | Penajatimsatu.com – Ketua Senam Tera Indonesia (STI) Provinsi Jawa Timur, Siadi, SH., memaparkan arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan dalam kegiatan Silaturahmi dan Perkenalan Calon Pengurus Pleno STI Provinsi Jawa Timur Masa Bakti 2026–2031 yang digelar di Joglo Cafe Sawah, Jalan Indrokilo Selatan, Lawang, Kabupaten Malang. Sabtu (1/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Siadi menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil sidang tim formatur yang telah menyusun komposisi kepengurusan STI Jawa Timur untuk periode 2026–2031.
"Hari ini kami melaporkan hasil kerja tim formatur dalam menyusun kepengurusan STI Provinsi Jawa Timur untuk lima tahun ke depan. Selain memperkenalkan jajaran pengurus, kami juga telah membagi tugas dan tanggung jawab kepada masing-masing pengurus agar organisasi dapat berjalan lebih efektif," ujar Siadi.

Ia mengatakan, setelah penyusunan kepengurusan rampung, agenda berikutnya adalah pelantikan pengurus yang direncanakan berlangsung pada 12 November 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Tera Indonesia.
Menurut Siadi, pelantikan tersebut tidak hanya menjadi momentum pengukuhan pengurus provinsi oleh Pengurus Nasional (Pengnas), tetapi juga akan dirangkai dengan pelantikan kepengurusan kabupaten dan kota yang hingga kini belum terbentuk.
"Insya Allah pada pelantikan nanti juga akan dilaksanakan pelantikan pengurus kabupaten dan kota yang belum terbentuk. Setelah itu kita lanjutkan dengan Rapat Kerja Daerah untuk menyusun program kerja lima tahun ke depan yang menjadi komitmen bersama antara provinsi, kabupaten, dan kota se-Jawa Timur," katanya.
Siadi menargetkan, pada pertengahan tahun 2027 seluruh kepengurusan STI hingga tingkat kecamatan dapat terbentuk.
"Target kami, dari 666 kecamatan di Jawa Timur sudah memiliki kepengurusan. Jika struktur organisasi sudah lengkap hingga tingkat ranting dan sasana, maka organisasi akan semakin kuat dan lebih mudah menjalankan program-programnya," tegasnya.
Diakui Siadi, membangun organisasi di seluruh wilayah Jawa Timur bukan perkara mudah. Dari 38 kabupaten/kota, masih terdapat 10 daerah yang belum memiliki kepengurusan definitif.
Ia sendiri mendapat amanah membentuk kepengurusan di enam daerah, yakni Kabupaten Gresik, Lamongan, Mojokerto, Madiun, Ngawi, dan Magetan.
"Tantangannya cukup besar karena di beberapa daerah STI masih belum dikenal masyarakat dan harus bersaing dengan komunitas senam lainnya. Namun berkat dukungan seluruh pengurus, kami akhirnya menemukan figur-figur yang tepat untuk memimpin STI di daerah-daerah tersebut," ungkapnya.
Ia menegaskan, amanah tersebut menjadi tanggung jawab moral yang harus ditunaikan dengan sungguh-sungguh demi kemajuan organisasi.
"Saya memohon dukungan seluruh pengurus provinsi, kabupaten, hingga sasana agar bersama-sama membentuk kepengurusan di daerah yang masih kosong. Organisasi akan menjadi besar apabila memiliki struktur yang lengkap hingga ke bawah," ujarnya.
Setelah pembentukan struktur organisasi selesai, STI Jawa Timur akan memfokuskan langkah pada konsolidasi anggota guna memperkuat soliditas organisasi.
"Konsolidasi dilakukan agar seluruh anggota memiliki tujuan yang sama sehingga program Pengnas untuk menyebarluaskan Senam Tera Indonesia hingga pelosok Jawa Timur dapat terwujud. Masyarakat harus mengetahui bahwa STI memiliki manfaat besar dalam menjaga kesehatan dan kebugaran," jelas Siadi.
Mengakhiri keterangannya, Siadi berharap kehadiran STI Jawa Timur mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui gerakan hidup sehat.
"Saya berharap STI Jawa Timur dapat menjadi wadah yang mengajak masyarakat hidup sehat dan bugar. Karena hanya dengan kesehatan dan kebugaran, kualitas hidup masyarakat akan semakin baik," pungkasnya.