EcoSort Raih Sertifikat Hak Cipta, Inovasi Mahasiswa UM Asal Kota Blitar Perkuat Digitalisasi Pengelolaan Sampah

Terkini 21 Jul 2026 20:05 3 min read 122 views By Redaksi
EcoSort Raih Sertifikat Hak Cipta, Inovasi Mahasiswa UM Asal Kota Blitar Perkuat Digitalisasi Pengelolaan Sampah
Foto : Peluncuran pengembangan EcoSort, platform digital pengelolaan sampah berbasis data.

KOTA BATU | Penajatimsatu.com – Nama Kota Blitar kembali harum di kancah inovasi teknologi. Muhammad Salmansyah Mousavi Akhyar, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) asal Kota Blitar, sukses memimpin pengembangan EcoSort, platform digital pengelolaan sampah berbasis data yang resmi diluncurkan dalam kegiatan EcoSort Trash Walk di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Minggu (19/7/2026).

Tak hanya menjadi Lead Developer, inovasi yang dikembangkan Salman bersama timnya itu juga telah memperoleh Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), menjadi bukti bahwa karya anak muda daerah mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan lingkungan.

EcoSort merupakan hasil kolaborasi Program Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) dan Program Rasa Daya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Malang. Platform ini dirancang sebagai ekosistem digital yang mengintegrasikan edukasi, pencatatan, pemantauan, hingga analisis data pengelolaan sampah dalam satu sistem yang saling terhubung.

Sebagai Lead Developer, Salman menjelaskan bahwa EcoSort hadir bukan sekadar aplikasi pengelolaan sampah, melainkan sebuah sistem yang mempertemukan masyarakat, pemerintah desa, TPS, bank sampah, hingga pemerintah daerah dalam satu platform digital.

"Kami melihat bahwa persoalan utama bukan hanya sampah, tetapi juga belum terintegrasinya data dan partisipasi masyarakat. EcoSort dikembangkan sebagai ekosistem digital yang menghubungkan masyarakat, pemerintah desa, TPS, bank sampah, hingga pemerintah daerah sehingga proses edukasi, pencatatan, monitoring, dan evaluasi dapat dilakukan dalam satu platform yang saling terhubung," jelas Salman.

Melalui EcoSort, masyarakat dapat mempelajari cara memilah sampah dengan benar, mencatat aktivitas pengelolaan sampah secara digital, serta berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan. Di sisi lain, pemerintah desa dan pemerintah daerah dapat memanfaatkan dashboard analisis sebagai dasar penyusunan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih efektif, terukur, dan berbasis data.

Peluncuran EcoSort mendapat apresiasi dari Wali Kota Batu, Nurochman. Menurutnya, sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat merupakan langkah strategis dalam menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan yang selama ini dihadapi.

"Kolaborasi mahasiswa dan masyarakat diharapkan mampu menyelesaikan persoalan konkret di tengah masyarakat. Pengabdian mahasiswa bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan kolaborasi produktif yang memberikan dampak nyata," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat.

"Persoalan sampah di Kota Batu tidak bisa diselesaikan hanya mengandalkan pemerintah. Perubahan harus dimulai dari kebiasaan sederhana masyarakat, yakni memilah sampah sejak dari rumah," tambahnya.

Peluncuran EcoSort menjadi puncak rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang mencakup sosialisasi pemilahan sampah, pendampingan warga, edukasi di TPQ, kampanye lingkungan di kawasan wisata Coban Kaca, hingga aksi memungut sampah bersama masyarakat.

Keberhasilan Muhammad Salmansyah Mousavi Akhyar menjadi Lead Developer sekaligus pemegang HAKI EcoSort membuktikan bahwa putra daerah Kota Blitar mampu melahirkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. 

Inovasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, partisipatif, dan berbasis data menuju Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Recent Articles